Temperatur

.
Gambar 1. Skema Perbandingan Temperatur
Jelas
terlihat bahwa satu satuan derajat (satuan perbedaan temperatur) adalah
tidak sama untuk Kelvin-Celcius dengan Rankine-Fahrenheit, atau dengan
kata lain bisa di buat :
dan dari nilai skala seperti pada Gambar 1, diperoleh perbandingan :
dari
penjelasan tersebut, maka dapat diperoleh relasi antara Rankine dengan
Fahrenheit dan relasi antara Celcius dengan Kelvin seperti berikut ini.
2. Tekanan
Tekanan secara matematis dapat diefinisikan seperti berikut ini :
P=Fn/A (6)
Fn = Komponen Gaya Normal tegak lurus A
A = Luas penampang Lintang
Agar lebih mudah dipahami, perhatikan Gambar 2 berikut ini.

Dalam
berbagai penggunaan, umumnya digunakan istilah tekanan absolut, yaitu
tekanan yang dimiliki oleh sistem pada batas sistem. Istilah absolut
digunakan untuk membedakannya dari tekanan relatif (pressure gauge),
karena dalam praktek, pengukur tekanan dan pegukur kevakuman menyatakan
perbedaan antara tekanan absolut dan tekanan atmosfer. Untuk memperoleh
tekanan absolut, maka tekanan atmosfer harus ditambahkan pada pembacaan
tekanan relatif, jadi :
Pabsolut = Prelatif + Patmosfer (7)
Persamaan
(7) ini digunakan untuk tekanan di atas tekanan atmosfer. Untuk tekanan
di bawah tekanan atmosfer, maka tekanan relatif menjadi negatif, dan
umumnya disebut tekanan vakum sebesar harga tekanan relatif tersebut.
Jadi tekanan relatif sebesar –10 atm disebut vakum sebesar 10 atm.
Hubungan antara tekanan absolut, tekanan relatif, tekanan atmosfer, dan
vakum dinyatakan secara grafis dalam Gambar 3 berikut ini
Gambar 3. Skema Perbandingan Tekanan
3. Hukum-Hukum Dasar Thermodinamika
Di
dalam mempelajari thermodinamika akan selalu megacu kepada hukum-hukum
dasar thermodinamika yang ada. Ada tiga hukum yang sangat penting,
yaitu hukum thermodinamika pertama, kedua dan ketiga. Ketiga hukum ini
bersama-sama dengan hukum thermodinamika ke nol membentuk suatu dasar
yang membangun pengetahuan thermodinamika. Hukum-hukum ini bukanlah
dalil (teorema) dalam pengertian dapat dibuktikan, tetapi sebenarnya
adalah postulat yang berdasarkan kenyataan eksperimental. Seperti halnya
hukum thermodinamika pertama, suatu eksperimental telah dilakukan Joule
(1840-1878) sebagai suatu perwujudan dan pembuktian dari hukum pertama
tersebut. Dalam buku thermodinamika bagian pertama ini hanya dibahas
hukum pertama dan kedua saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar